Langsung ke konten utama

Postingan

Memori Tak Berkisah

MEMORI TAK BERKISAH Oleh: Juwita Nur Jasiyah
Tak usah diingat, cukuplah jadi Memori tak berkisah. . . Kalau ujungnya hanya luka, mengapa harus bicara? Jika akhirnya pergi, mengapa pernah kau biarkan aku menanti?
Memori tak berkisah hanya jadi kenangan tak bertepi Berujung pahit. Terasa sedih
Rasa sesak yang tak bisa terluapkan hanya berakhir dengan linangan air mata Untuk pertama kalinya, aku gunakan rasa Tapi apadaya, takdir tak berkata hal yang sama Aku ikhlas..
Tugasku sekarang, melupakan sekuat-kuatnya tentang kamu yang berlari menjauh sekencang-kencangnya.
Tuhan.. Terimakasih telah memberi pelangi Saat hujan melanda, pelangi hadir setelahnya Tapi.. namanya juga pelangi Tak ada yang abadi Sekejap hadir lalu kemudian pergi Tak mengapa.. Setidaknya aku pernah kagum dan bersyukur ternyata Allah ciptakan pelangi tuk menghapus hujan walau kini telah pergi, tapi pelangi pernah memberi warna di hati
Postingan terbaru

TAK ADA DO'A YANG TAK KEMBALI

TAK ADA DO’A YANG TAK KEMBALI Oleh: Juwita Nur Jasiyah



Ternyata, tidak semua orang memiliki mimpi. Bermimpi kadang terlihat mudah namun ternyata sulit. Dulu, aku sempat menjadi pemimpi ulung. Aku ceritakan pada orang-orang terdekatku bahwa aku ingin menjadi seorang womenpreneur.
Suatu hari, aku pernah bercerita dengan bangga pada sahabatku: "Aku ingin jadi pengusaha wanita sukses, mandiri, tangguh, dan rajin berbagi seperti bu Haji"
Ibu haji adalah tetanggaku yang sangat dermawan. Setiap bulan selalu mengadakan pengajian. Aku ingat betul saat kecil dulu aku selalu senang jika Ibu pulang pengajian dari rumah Bu haji. Itu adalah waktunya aku mencoba makanan-makanan lezat. Daging empuk dengan kerupuk. Ada buah-buahan juga. Kalau tidak pisang ya jeruk. Hmm. Nikmat sekali.
Aku selalu bermimpi untuk bisa berbagi seperti Bu haji. Namun, aku rasa semua mimpi-mimpiku itu pergi bersamaan dengan kepergian Ayah. Tiga tahun lalu, Ayah pergi meninggalkan kami. Aku, adikku, dan Ibu yang dulu …

TURUNNYA SI BADAN BESI

TURUNNYA SI BADAN BESI

Masya Allah Tabarakallah,
(baca sambil bayangkan)

Deru mesin bagiku kini terdengar seperti alunan musik yang warnai pemandanagan. Putih, Abu, dan Biru di sebelah kiri. Kulihat gulungan kapas. Kadang berbentuk kadang tidak, tergantung imajinasiku. Makin lama langit mulai menggelap. Pengumuman landing sudah mulai digaungkan. Informasi bahwa sebentar lagi akan mendarat terdengar jelas. Lampu mulai dipadamkan.
.
Semburat langit jingga di sebelah kanan perlahan menghilang. Semua orang berada di bangku masing-masing. Ada yang masih berbincang dengan asyik, ada yang makan tapi berisik, adapula yang tidur dengan cantik.
.
Sayap mengembang, terlihat semakin gagah. Lampu-lampu gemerlap mulai nampak. Si badan besi mulai memiringkan badannya. Makin lama lampu-lampu itu makin mendekat. Oh, ternyata bukan lampu yang mendekat, melainkan kita. MasyaAllah. Pemandangan ini sungguh menakjubkan. Perlahan mulai turun. Terkadang membuat jantung seperti tak seirama dengan badan. Terla…

Kenapa harus ATAU, kalau ternyata ada kata DAN?

Kenapa harus ATAU, kalau ternyata ada kata DAN?



Pernah dengar kalimat “life is a choice?” Apa benar semua adalah tentang pilihan antara A atau B? Pilihan antara ya dan tidak? Menentukan antara maju dan mundur? Memilih antara hadir atau tidak? Berusaha atau malas-malasan? Dikerjakan hari ini atau besok? Atau mungkin saja pilih dunia atau akhirat?
Apakah segala sesuatu hanya bisa dipilih? Selama ada kata DAN kenapa kita harus memilih ATAU? Ini sedikit bersinggungan dengan prinsip WIN-WIN solution. Bagaimana menurutmu?
Ini bukan tentang aku bukan pula tentang kamu, namun tentang kita yang tumbuh bersama-sama.

Damai

DAMAI
Bandung selalu punya cerita penuh makna. Rindu rasanya mendengar gemericik air yang mengalir di samping jendela kamar. Mandi dan merasa kedinginan. Suara burung bercicitan setiap pagi saat ku melewati jalanan yang lengang. Obrolan renyah di pagi hari selalu terasa merdu. Terkadang gelak tawa, terkadang pula omelan-omelan dan kekesalan yang berhamburan. Tapi inilah seninya, yang tak kudapatkan di perantauan.
Dimanapun aku berada, aku syukuri itu. Allah selalu punya cara tak terduga untuk membuat kita bahagia. Sama seperti hari ini. Aku tidak akan tau rasanya pulang kalau aku tidak pergi.
Rumah.. akan selalu menjadi tempat terindah untuk kembali.

Perjalanan

PERJALANAN
Apa yang kau lihat saat di perjalanan? Sesuatu diatas langit? Atau sesuatau yang ada di bumi? Kalau kau tanya aku, jawabanku keduanya. Dilangit kulihat mimpi Sedangkan di bumi kulihat realita
Stop! Tapi kali ini kita tidak akan membahas tentang mimpi dan realita. Melainkan tentang perjalanan. Perjalanan yang mengingatkanku akan sosok yang sangat berjasa tapi seringkali dilupakan. Siapakah dia? Masih ingatkah kau dengan sosok guru mengajimu saat kecil dulu? Yang mengingatkanmu tentang kebaikan-kebaikan, tentang pentingnya bisa membaca Al-Qur’an, yang selalu memberimu tantangan untuk menghafal do’a dan surat. Yang selalu sabar walalupun kita sering bercanda pada saat mengaji. Walaupun kita sering membuat teman kita yang lain menangis. Walalupun sering kita berteriak-teriak di dalam masjid. Kisah-kisah beliau tentang para Nabi dan Rasul menginspirasi kita. Kita dikenalkan dengan istilah-istilah bahasa Arab walaupun pada saat itu malas rasanya berangkat mengaji. Guru mengaji t…

SEE YOU ON TOP! #2

SEE YOU ON TOP! #2 Catatan harianku dulu ternyata sangat membantu membuatku semakin kesulitan untuk menghentikan bayangan-bayangan semu tentang sosok yang entahlah kini baik-baik disana atau tidak. Kulihat lagi catatan-catatan yang terkadang membuatku tersipu, ragu, sendu, bahagia, juga rindu. Halaman paling awal dari buku catatan itu aku ingat betul adalah tentang dirimu. Ya, awal mula kita bertemu. Entahlah kau masih mengingatnya atau tidak. Tapi hari itu kutemui kau yang sedang membaca sendiri di seberang tempat ku berdiri. Kereta yang melaju begitu cepat didepanmu sampai membalikkan halaman yang kau baca. “Perhatikan celah peron, hati-hati melangkah” seperti biasa kalimat itu yang terdengar setiap ada pintu yang terbuka biasanya disertai dengan tatapan-tatapan menohok pada orang-orang yang baru melangkah masuk. Apalagi ketika kereta sedang penuh-penuhnya. Berbagai taraf keharuman mulai dari level tertinggi hingga yaaah bisa kau bayangkan sendiri wanginya bagaimana bercampur menj…